· Hadhrat Masih Mauud as bersabda:
“Dan Allah Ta’ala telah mengutusku supaya aku membongkar khazanah-khazanah tertimbun ini lalu
memperlihatkannya kepada dunia, dan supaya Lumpur kritikan-kritikan kotor yang
telah dilemparkan para permata-permata
yang berkilauan itu aku sucikan
dan bersihkan kembali. Dan Ghairat (harga diri dan kehormatan) Allah
Ta’ala saat ini sedang sangat bergejolak, supaya kehormatan Quran Syarif
diibersihkan dan disucikan dari noda-noda.“
· Pada tahun 1882 Hadhrat Masih
Mauud as menerima wahyu:
Ya ahmadu barokallahu fika - arrohmanu
allamal quran litundziro kaumma undziro aabaa uhum..
“Wahai ahmad kami telah menurunkan kebarkatan kepadamu,
tuhan yang maha Rahman telah mengajarkan alquran kepadamu supaya memberi
peringatan kepada orang2 yg leluhurnya tidak diberi peringatan. “
· Maulwi Mir Hasan sahib menuturkan mengenai kecintaan Hz Masih Mauud as
terhadap Alquran: Bahwa beliau dalam setiap kesempatan baik ketika berdiri,
duduk atau berjalan-jalan sekalipun disekitar rumah beliau senantiasa membaca Al-quran
terus menerus bahkan sambil dengan menangis
· Dr. Mufti Muh Sadiq meriwayatkan: bahwa suatu ketika sedang
berjalan-jalan bersama dengan Hz Masih Mauud as. diperjalanan mendengar ada
informasi bahwa ada orang yang mempunyai langgam/irama yang bagus di dalam membaca alquran. kemudian beliau as. ingin
mendengarkan lantunan Alquran orang
tersebut. Dan ketika orang itu terus menilawatkannya, sambil duduk beliau mendengarkan
dan tidak terasa beliau sudah menangis
· Diceritakan ketika usia hz masih maud sektar 24 atau 25 tahun atau
sebelum masa-masa pedakwaan, pada masa itu seorang bernama Sir Sayyid Ahmad Khan
seorang pendiri Algard Univesity dan seorang ulama berkaliber besar di India
pada saat itu dan dia memulai menulis tafsir alquran. Tafsir beliau (Sir
Sayyid) sangat dikenal dan mulai banyak diperbincangkan dimana-mana.
Pada suatu
kesempatan beliau berkunjung ke Sialkot atas undangan salah seorang sahabat
beliau. Disana pun mulai diceritakan mengenai penafsiran dari sir sayid ahmad
khan tadi kehadapan Hz Masih Mauud as. kemudian setelah mendengarkan itu maka
Hz Masih Maud tidak menyetujui atau adanya ketidak-sepkatan akan penafsiran tsb
dengan penilaian beliau as, jadi bagaimana Allah Taala sudah menanamkan
pemahaman yang begitu tinggi terhadap Alquran semenjak beliau masih muda..