Minggu, 08 Februari 2026

KECINTAAN PENDIRI JEMAAT AHMADIYAH KEPADA AL-QUR'AN

·        Hadhrat Masih Mauud as bersabda:

     Dan Allah Ta’ala telah mengutusku supaya aku membongkar  khazanah-khazanah tertimbun ini lalu memperlihatkannya kepada dunia, dan supaya Lumpur kritikan-kritikan kotor yang telah dilemparkan para permata-permata  yang berkilauan itu aku  sucikan dan bersihkan kembali. Dan Ghairat (harga diri dan kehormatan) Allah Ta’ala saat ini sedang sangat bergejolak, supaya kehormatan Quran Syarif diibersihkan dan disucikan dari noda-noda.

 

·     Pada  tahun 1882 Hadhrat Masih Mauud as menerima wahyu:

Ya ahmadu barokallahu fika - arrohmanu allamal quran litundziro kaumma undziro aabaa uhum..

Wahai ahmad kami telah menurunkan kebarkatan kepadamu, tuhan yang maha Rahman telah mengajarkan alquran kepadamu supaya memberi peringatan kepada orang2 yg leluhurnya tidak diberi peringatan.

 

·     Maulwi Mir Hasan sahib menuturkan mengenai kecintaan Hz Masih Mauud as terhadap Alquran: Bahwa beliau dalam setiap kesempatan baik ketika berdiri, duduk atau berjalan-jalan sekalipun disekitar rumah beliau senantiasa membaca Al-quran terus menerus bahkan sambil dengan menangis

 

·     Dr. Mufti Muh Sadiq meriwayatkan: bahwa suatu ketika sedang berjalan-jalan bersama dengan Hz Masih Mauud as. diperjalanan mendengar ada informasi bahwa ada orang yang mempunyai langgam/irama yang bagus  di dalam membaca alquran. kemudian beliau as. ingin mendengarkan  lantunan Alquran orang tersebut. Dan ketika orang itu terus menilawatkannya, sambil duduk beliau mendengarkan dan tidak terasa beliau sudah menangis

 

·     Diceritakan ketika usia hz masih maud sektar 24 atau 25 tahun atau sebelum masa-masa pedakwaan, pada masa itu seorang bernama Sir Sayyid Ahmad Khan seorang pendiri Algard Univesity dan seorang ulama berkaliber besar di India pada saat itu dan dia memulai menulis tafsir alquran. Tafsir beliau (Sir Sayyid) sangat dikenal dan mulai banyak diperbincangkan dimana-mana.

Pada suatu kesempatan beliau berkunjung ke Sialkot atas undangan salah seorang sahabat beliau. Disana pun mulai diceritakan mengenai penafsiran dari sir sayid ahmad khan tadi kehadapan Hz Masih Mauud as. kemudian setelah mendengarkan itu maka Hz Masih Maud tidak menyetujui atau adanya ketidak-sepkatan akan penafsiran tsb dengan penilaian beliau as, jadi bagaimana Allah Taala sudah menanamkan pemahaman yang begitu tinggi terhadap Alquran semenjak beliau masih muda..