Senin, 09 Februari 2026

NISFU SYA'BAN MENURUT MASIH MAU'UD AS DAN KHALIFAH KE-4 Rh.


 
Dalam Kitab “Fiqhul Masih” bagian II hal. 417 tertulis:

Berkenaan dengan Nisfu Sya’ban, Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda:

 “Kebiasaan (Nisfu Sya'ban) ini, (pembagian) manisan dll, semuanya itu bid’ah.” 
_(Badr 26-Sept-1907 hal.7)_

Seorang bertanya kepada Hz. Khaliatul Masih Ar Rabi rh  bahwa, orang-orang merayakan malam Bara’ah (Nishfu Sya’ban) dengan sangat meriah. Mereka mengatakan bahwa pada malam itu Allah Taala membagi-bagikan rezki. Bagaimana hakikat tentang hal ini?

Huzur rh (Hadhrat Mirza Tahir Ahmad rh) bersabda: 

“Ini (akidah yang) keliru. Rezki toh setiap hari dibagikan. Ini adalah angan-angan mereka. Mullah Ghair Ahmadi membodohi orang-orang, Allah Taala itu setiap saat memberi rezki. Dia adalah Maha Pemberi Rezki di langit dan di bumi.  Tidak ada satupun binatang di dasar laut yang tidak diberikan rezki oleh Allah Taala.  Rezki-Nya tak terhingga. Apakah Dia memberi rezki hanya di malam bara’ah, sedang di hari-hari lainnya makhluk-Nya mati kelaparan? Orang-orang membuat-buat suatu kebiasaan yang keliru”

_(Mulaqat dengan lajnah, al fazl 7 Juli thn 2000 hal 3, direkam pada 16 Januari 2000)._